

KUALA LUMPUR | brigadepasopati.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) terus memperkuat posisinya sebagai Perguruan Tinggi berkelas dunia melalui penguatan kolaborasi internasional dan jejaring alumni global. Dalam rangka program tersebut, Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi (WRKMAA) ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., melakukan kunjungan kerja ke Malaysia, pada Kamis-Sabtu (22–24/1/2026) didampingi oleh Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier Prof. Dr.rer.nat. apt. Sophi Damayanti, S.Si., M.Si. serta Direktur Komunikasi dan Humas ITB Dr. N. Nurlaela Arief, MBA., IAPR.
Kunjungan kerja ini difokuskan pada penguatan kerja sama strategis dengan mitra Perguruan Tinggi serta konsolidasi hubungan dengan alumni ITB di luar negeri, khususnya di Malaysia, sebagai bagian dari upaya peningkatan reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan global. Salah satu agenda utama adalah kunjungan ke University of Malaya (UM), salah satu Perguruan Tinggi di Malaysia yang saat ini menempati peringkat ke-58 dunia berdasarkan QS World University Rankings 2025.
Pertemuan ini membahas bagaimana strategi Universiti Malaya memiliki reputasi global dan melakukan percepatan pemeringkatan Universitas di tingkat dunia. Diskusi ini menjadi penting bagi ITB dalam memperkuat target ITB menuju 150 ranking dunia melalui faculty reputation dan employer reputation serta daya saing internasional dan memperluas dampak institusional di kawasan Asia Tenggara.
Selain agenda akademik, Dr. Rikrik Kusmara juga hadir sebagai narasumber dalam Pertemuan Antar Bangsa yang diselenggarakan oleh Persatuan Alumni Pelajar Indonesia (PAPTI) di Dewan Merdeka Center, World Trade Centre (WTC), Kuala Lumpur.
Dalam paparannya yang berjudul “Empowering Higher Education in Malaysia and Indonesia”, Dr. Rikrik Kusmara menyampaikan transformasi ITB menuju Perguruan Tinggi generasi ke-4. Peran dan kepakaran ITB dalam memberikan dampak nyata bagi pembangunan, baik di tingkat nasional maupun global, termasuk pemaparan berbagai program quick wins ITB yang saat ini tengah dikembangkan, mulai dari hilirisasi riset, penguatan inovasi berbasis kebutuhan industri, hingga kontribusi ITB dalam isu-isu keberlanjutan, kebencanaan dan lingkungan kampus STEM yang bernuasa sosial dan budaya.
Menurut Dr. Rikrik Kusmara, keberadaan dan potensi alumni ITB di luar negeri merupakan aset strategis yang sangat penting. “Alumni ITB di mancanegara memiliki peran kunci sebagai perwakilan institusi. Melalui jejaring alumni dan jaringan Perguruan Tinggi yang kuat, kolaborasi riset, pendidikan, dan inovasi dapat tumbuh lebih cepat dan berdampak luas,” ujar Dr. Rikrik Kusmara.
“Pertemuan ini menjadi sarana untuk bersilaturahmi memperkuat basis data alumni, satu data ITB, dan memetakan potensi kolaborasi, serta menyerap aspirasi alumni terkait kontribusi yang dapat diberikan bagi almamater,” tambah Dr. Rikrik Kusmara.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Tim ITB juga bertemu dengan sejumlah pengurus Komisariat Alumni ITB Cabang Kuala Lumpur, yang dipimpin oleh Oskar Pakpahan (GM’ 00), yang aktif mengoordinasikan jejaring alumni di Malaysia. Oskar menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ITB untuk hadir langsung dan menjalin silaturahmi.

Selain Oskar, hadir pula alumni ITB yang bekerja di Malaysia termasuk alumni kelas Internasional dari angkatan 1969-sekarang. Sekitar 500 alumni ITB terdata bekerja dan tersebar di berbagai Kota di Malaysia. “Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Silaturahmi untuk penguatan komunikasi ini penting agar alumni ITB di Malaysia dapat berkontribusi lebih terstruktur dan berdampak,” ungkap Oskar.
Melalui kunjungan kerja ini, ITB menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi internasional serta menguatkan peran alumni sebagai mitra strategis dalam mendukung visi ITB sebagai Universitas berkelas dunia yang memberikan dampak bagi masyarakat. (*)