

BANYUWANGI | brigadepasopati.com – Pendidikan karakter tidak harus dilakukan di dalam kelas yang kaku. Membawa semangat pembelajaran yang menyenangkan, Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi menghadirkan program inovatif bertajuk “BIO-SKOP DESA” (Bioskop Edukasi & Sosialisasi Kelompok Belajar).
Program pendampingan yang menyasar anak-anak usia 7–15 tahun ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif melalui media audio-visual. Sebanyak 18 peserta antusias mengikuti kegiatan yang didukung penuh oleh pihak Pemerintah Desa, termasuk penyediaan fasilitas televisi berukuran besar dari Balai Desa sebagai layar utama pemutaran film.
Berbeda dengan kegiatan nonton bareng biasa, BIO-SKOP DESA menerapkan metode Watch, Talk, & Reflect. Anak-anak diajak menonton film edukatif (Watch), berdiskusi interaktif (Talk), dan merefleksikan nilai moral yang diperoleh (Reflect).
“Pemanfaatan media audio-visual terbukti efektif menjembatani pemahaman anak terhadap konsep psikososial yang seringkali abstrak. Anak-anak bisa melihat langsung konsekuensi perilaku dan belajar mengidentifikasi risiko keselamatan serta gejala awal kesehatan mental melalui ekspresi tokoh di film,” jelas salah satu perwakilan tim Mahasiswa BBK 7, pada Kamis (29/1/2026).
Dampak positif kegiatan ini terlihat nyata pada sesi diskusi. Para peserta menunjukkan peningkatan empati saat merespons konflik yang dialami tokoh dalam film. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang latihan keberanian sosial.
Anak-anak yang awalnya malu-malu, didorong untuk berani berbicara di depan umum (public speaking). Mereka aktif menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman pribadi terkait norma sosial, menunjukkan bahwa pendekatan reflektif mampu membangun kepercayaan diri mereka.
Agar dampak positif ini tidak berhenti saat masa pengabdian Mahasiswa berakhir, tim BBK 7 menyerahkan rekomendasi penerapan metode “Watch, Talk, & Reflect” kepada pihak sekolah setempat.
Rekomendasi ini diharapkan dapat diadopsi oleh tenaga pendidik sebagai alternatif metode penguatan pendidikan karakter yang partisipatif dan relevan dengan perkembangan psikologi anak di era digital. (aa/red)