
CHICAGO | brigadepasopati.com – Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve System, Hon. Jerome H. Powell, dalam pidatonya di hadapan The Economic Club of Chicago, pada Rabu (16/4/2025) menyampaikan pandangan terbaru terkait kondisi perekonomian Amerika Serikat serta tantangan yang dihadapi dalam pengambilan kebijakan moneter.
Dalam pernyataan yang mencerminkan kehati-hatian The Fed dalam merespons dinamika ekonomi terkini, Powell menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi dilema kebijakan ke depan.
“We may face a situation where we are forced to choose between two undesirable outcomes: raising interest rates to contain inflation or lowering them to support economic growth,” ujar Powell.
Ia menambahkan bahwa meskipun tekanan inflasi menunjukkan tren menurun dalam beberapa bulan terakhir, risiko terhadap stabilitas harga tetap menjadi perhatian utama. Powell menegaskan pentingnya keseimbangan antara stabilitas harga dan lapangan kerja.
“Our dual mandate requires us to balance the goals of maximum employment and stable prices. Achieving that balance in a shifting global economic landscape will continue to test our judgment and resolve,” ujar Powell.
Dalam kesempatan tersebut, Powell juga menekankan perlunya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter serta transparansi komunikasi publik guna menjaga kepercayaan pasar.
Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 300 pemimpin bisnis, ekonom, dan pembuat kebijakan dari berbagai sektor, memperkuat posisi The Economic Club of Chicago sebagai platform dialog ekonomi nasional.
Tentang The Economic Club of Chicago:
Didirikan pada tahun 1927, The Economic Club of Chicago merupakan forum prestisius yang mempertemukan pemimpin dari berbagai sektor untuk mendiskusikan isu-isu ekonomi, bisnis, dan kebijakan publik. (*)