

SURABAYA | brigadepasopati.com – Berhasil masuk kampus impian merupakan hal yang sangat membanggakan, terlebih lagi bersama saudara kembar. Hal inilah yang sedang dirasakan oleh Carissa Elvina Angela dan Callista Elysia Angela. Keduanya berhasil menjadi Mahasiswa Baru di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (UNAIR) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), yang diumumkan, pada Selasa (31/3/2026).
Callista bercerita bahwa ia menikmati dan suka belajar dengan cara berdiskusi bersama. Menurutnya, metode belajar ini dapat menjadi sangat efektif karena terdapat seseorang yang bisa mengoreksi apabila ia melakukan kesalahan. “Saya sangat suka ketika ada orang yang bisa membenarkan apa yang telah saya ucapkan ketika saya salah,” jelas Callista.
Berbeda dengan Callista, Carissa mengaku bahwa ia lebih nyaman untuk belajar secara mandiri dan individu. Menurutnya, konsentrasi akan terjaga dengan baik bila ia menggunakan metode belajar ini. “Kalau sama teman tuh jadinya malah ngobrol dan jadi terdistraksi dengan hal lain di luar tugas yang sedang kita kerjakan,” ujar Carissa.
Jadwal yang padat tidak membuat keduanya terkurung di dalam kelas. Carissa dan Callista tetap menjadi siswa yang aktif di sekolah. Mereka sempat mengikuti beberapa ekstrakurikuler serta menjadi bagian dari anggota inti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). “Callista ini aktif organisasi. Dia jadi Ketua OSIS saat kelas 10 dan menjadi Wakil Ketua OSIS saat kelas 11. Kalau aku sendiri lebih tertarik dengan bidang olahraga. Jadi, sempat ikut ekstrakurikuler voli waktu itu,” ungkap Carissa.
Keduanya menekankan bahwa mengatur strategi menjadi hal yang penting untuk dilakukan bila ingin lolos di jalur SNBP ini. Selain itu, diri sendiri harus bisa mengenal potensi dan batasan untuk mencapai suatu tujuan. “Awalnya, kita ingin masuk Ilmu Komunikasi, lalu kita carilah informasi-informasi terkait jurusan lainnya. Sampai akhirnya kita menemukan Bahasa dan Sastra Inggris, terus kita pikir oke nih untuk dipelajari. Kebetulan kami juga suka bahasa Inggris, jadi coba aja dulu deh,” terang Carissa.
Lebih lanjut, Callista menegaskan bahwa semua Calon Mahasiswa perlu menyiapkan cadangan untuk kemungkinan terburuk. Menurutnya, cadangan bukan berarti ia berpikiran pesimis untuk diterima, tetapi terkait bagaimana tetap waspada dan menyiapkan rencana untuk setiap kemungkinan yang bisa terjadi. “Kita selalu konsisten untuk mempelajari bidang yang kami minati,” imbuh Callista. (aa)