160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pemkot Surabaya Selenggarakan Festival Budaya Dalam Rangka Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 

750 x 100 AD PLACEMENT

SURABAYA | brigadepasopati.com – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menyelenggarakan KYA-KYA Chunjie Fest Vol. 3, Festival Budaya dalam rangka memeriahkan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Kegiatan digelar di ikonik kawasan Pecinan Kembang Jepun, Surabaya pada 14–16 Februari 2026, dengan tema “Harmoni Cinta dan Budaya Pecinan di Surabaya”.

 

Festival yang berlangsung setiap malam mulai pukul 18.00–22.00 WIB tersebut menghadirkan beragam program atraksi budaya, kesenian, hiburan, kuliner khas Tionghoa, serta aktivitas interaktif bagi masyarakat dan wisatawan. Selain itu, festival juga diawali dengan kegiatan Walking Tour sejarah kawasan Pecinan pada pagi hari pada tanggal 7 dan 14 Februari 2026, sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal kepada pengunjung.

750 x 100 AD PLACEMENT

Rangkaian Kegiatan Utama

• Pembukaan gerbang dan sambutan publik

• Pertunjukan Barongsai (Boen Bio Lion Dance & Khuan Hou Lion Dance) setiap hari

• Penampilan band musik lokal seperti Don Joean Band

750 x 100 AD PLACEMENT

• Tarian tradisional Tari Tionghoa oleh Cariens Dancer

• Hiburan tambahan seperti mini games berhadiah untuk semua pengunjung

• Penutupan setiap malam dengan pertunjukan Bara Fire Dance & Kembang Api (pada malam puncak)

• Lebih dari 50 tenant kuliner khas Pecinan yang mayoritas dikelola oleh UMKM lokal

750 x 100 AD PLACEMENT

• Penyajian hiburan budaya lain seperti Wayang Potehi, musik kecapi, hingga atraksi komunitas seni lokal

 

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar, Herry Purwadi, KYA-KYA Chunjie Fest dirancang untuk memberikan pengalaman budaya Imlek yang otentik, sekaligus menjadi ruang perayaan budaya yang inklusif dan menarik bagi warga Surabaya dan wisatawan. Festival ini juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM di kawasan sekitar.

“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan malam, tetapi merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah, komunitas Tionghoa, pelaku usaha lokal dan warga sekitar yang bertujuan menguatkan nilai budaya sekaligus menghadirkan ruang ekonomi produktif untuk masyarakat,” ujar Herry, pada Jum’at (13/2/2026).

 

Festival ini dipadati ribuan pengunjung setiap harinya. Tidak hanya pengunjung yang antusias menikmati acara, warga sekitar juga merasakan dampak ekonomi positif berupa peningkatan omzet penjualan, khususnya pemilik usaha dan pedagang di gang-gang sekitar Pecinan Kembang Jepun. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT