

JOHOR BAHRU | brigadepasopati.com – Mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam Tim BBK Internasional Malaysia melaksanakan KKN di Malaysia mulai 29 Januari – 12 Februari 2026. Sebanyak 30 Mahasiswa UNAIR turut serta berpartisipasi aktif melaksanakan BBK Internasional di Kampung Tanjung Langsat, Johor, Malaysia. Dan salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah melaksanakan Kampung Story Lab. Sedangkan Kampung Story Lab adalah program kerja yang dimana memberdayakan masyarakat Kampung Tanjung Langsat untuk menghasilkan konten visual sebagai sarana promosi untuk digitalisasi promosi kampung. Kegiatan ini juga berkolaborasi bersama Mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

“Melalui kegiatan ini, menunjukan kepedulian UNAIR dalam melaksanakan SDGs poin 9 Industry, Innovation, and Infrastructure melalui edukasi pemanfaatan teknologi digital dan inovasi konten kreatif melalui pengeditan video. Kegiatan ini diawali dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya digitalisasi konten sebagai sarana promosi dan cara melakukan story harvesting,” ujar Ketua Tim Mahasiswa BBK Internasional UNAIR di Malaysia, pada Sabtu (7/2/2026). Selain itu, program ini juga diharapkan bisa menekankan peran SDGs 10 untuk menurunkan ketimpangan atau reduced inequalities melalui penguatan kapasitas soft skill masyarakat kampung ke dalam ekonomi kreatif digital yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan Program Kampung Story Lab ini disesuaikan dengan kondisi dan situasi masyarakat setempat sehingga kurikulum sosialisasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kampung Tanjung Langsat dengan juga cara mempraktikan pengeditan video.

Kegiatan ini pun juga menghadapi berbagai tantangan. Tantangan ini diungkapkan oleh salah satu Mahasiswa UNAIR, yaitu Janssen, “Menurut saya tantangan yang kami hadapi tentu saja sangatlah sulit. Seperti kita tidak sempat melakukan survei sehingga audiens dan tantangan yang dihadapi sangat heterogen untuk kampung yang menghadapi digitalisasi marketing. Namun secara garis besar, dengan ditemani oleh teman-teman UTM, kita bisa melalui itu”. Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa berkelanjutan sebagaimana masyarakat Desa yang sudah mulai bisa mengakses aplikasi editing seperti CapCut. (aa)