

GRESIK | brigadepasopati.com – Kelompok Mahasiswa KKN BBK 7 Universitas Airlangga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik menyelenggarakan program DAPUR BANDENG (inovasi membuat produk bonggolan menggunakan nasi dan ikan bandeng). Program ini berlangsung pada Sabtu (17/1/2026) yang bertempatkan di Balai Desa Sidomulyo dengan melibatkan kelompok UMKM dan ibu ibu yang tinggal di wilayah tersebut. Kelompok Mahasiswa BBK 7 Sidomulyo memberikan pendampingan dan pelatihan kepada peserta dalam pembuatan produk bonggolan menggunakan bahan nasi dan ikan bandeng. Tujuan diselenggarakannya program ini adalah mengembangkan keterampilan kelompok ibu ibu dalam mengolah potensi nasi sisa menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis serta meningkatkan kualitas rasa produk bonggolan yang telah ada sebelumnya.

Pelaksanaan program DAPUR BANDENG menggunakan metode penyuluhan mengenai potensi nasi dan ikan bandeng, demonstrasi tahapan pembuatan, serta praktik mandiri yang dilakukan oleh peserta. Program ini meliputi teknik penghalusan duri ikan bandeng agar aman dikonsumsi, pencampuran adonan dengan nasi, hingga proses pemasakan yang tepat agar tekstur bonggolan tidak hancur. Penambahan nasi dalam adonan bonggolan berfungsi untuk meningkatkan kualitas rasa dan upaya edukasi food waste agar sisa nasi yang masih layak konsumsi dapat diolah kembali menjadi produk ekonomis. “Kami ingin membuat produk yang tidak hanya enak, tapi juga ekonomis. Maka dari itu kami membuat inovasi adonan bonggolan dari nasi dan ikan bandeng. Penggunaan nasi dalam adonan bonggolan memberikan tekstur rasa yang gurih dan meningkatkan fungsi sisa nasi yang masih layak konsumsi” ujar Balqist, salah satu anggota BBK 7 Sidomulyo.
Program DAPUR BANDENG mendukung poin SDGs 1: Tanpa Kemiskinan dan poin SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Produk bonggolan yang dihasilkan dari program ini tidak hanya dikonsumsi pribadi, namun juga dititipkan di gerobak dan tempat penjualan UMKM lokal untuk dipasarkan. Salah satu peserta DAPUR BANDENG menyampaikan bahwa kehadiran program ini memberikan peluang usaha baru. “Kami sangat senang dengan adanya program ini dari Mahasiswa UNAIR. Setahu saya biasanya nasi sisa hanya dibuang atau dijadikan karak, tapi ternyata bisa jadi bonggolan, apalagi ditambah ikan bandeng yang melimpah disini. Yang paling penting kami juga diajari caranya menjual bonggolan di tempat penjualan UMKM. Jadi saya sebagai ibu ibu jadi punya kegiatan baru yang menghasilkan uang tambahan buat bantu ekonomi keluarga,” ujar Bu Sum, nama panggilan salah satu peserta DAPUR BANDENG. (maz)