

BANYUWANGI | brigadepasopati.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Mineral Block sebagai upaya meningkatkan kesehatan serta produktivitas ternak warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan dilaksanakan, pada Selasa (20/1/2026) pada malam hari, bertempat di rumah salah satu peternak lokal, Wagiman, dan diikuti oleh 25 peternak setempat.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok KKN-BBK 7 Desa Tegalrejo yang terdiri dari sembilan Mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Aimee Nayla Valencia Chandra (S1 Akuntansi), Aaron Sava Nasyith Dakara (S1 Ekonomi Islam), Fanenda Yusfeha Chanzabreena (S1 Manajemen), Siti Haya Zhafirah Rahardja (S1 Ilmu Komunikasi), Nurul Kamilatun Ni’mah (S1 Akuakultur), Aulia Novia Safitri (D4 Manajemen Perkantoran Digital), Baariq Taufiiqulhakim (S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan), serta Christian Gavrila Sugiarto dan Rafa Nabila Hapsari (S1 Kedokteran Hewan).

![]()
Dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN BBK 7 memberikan pemaparan mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan mineral bagi ternak. Mineral block dijelaskan sebagai suplemen pakan padat yang mengandung mineral esensial seperti kalsium, magnesium, fosfor, serta mineral mikro lainnya yang berperan penting dalam menjaga kesehatan ternak. Kekurangan mineral diketahui dapat menyebabkan penurunan bobot badan, rendahnya produksi susu dan daging, hingga gangguan reproduksi pada ternak.
![]()

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung pembuatan mineral block menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah diperoleh di pasar lokal, dengan komposisi 80% campuran mineral, 10% semen, dan 10% tetes tebu. Melalui metode ini, peternak diharapkan mampu memproduksi mineral block secara mandiri dengan biaya yang relatif terjangkau.
Antusiasme peternak terlihat selama kegiatan berlangsung, khususnya pada sesi diskusi dan praktik. Para peternak aktif bertanya mengenai komposisi bahan, cara penggunaan mineral block yang tepat, serta penerapannya sesuai kondisi ternak masing-masing. Peserta juga dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan mineral block.
![]()

Ketua Kelompok Ternak, Desa Tegalrejo, Sugiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan solusi baru bagi peternak dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Sementara itu, Wagiman, selaku tuan rumah sekaligus anggota kelompok peternak, menilai bahwa praktik langsung yang diberikan sangat membantu peternak untuk memahami manfaat mineral block secara aplikatif.
Penanggung jawab program mineral block, Christian Gavrila Sugiarto dan Rafa Nabila Hapsari (S1 Kedokteran Hewan UNAIR), menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan kondusif dan mendapat respons yang sangat positif dari para peternak. “Pelaksanaan sosialisasi dan praktik pembuatan mineral block di Desa Tegalrejo berjalan dengan sangat kondusif. Para peternak sangat antusias mengikuti program kerja yang kami laksanakan. Sebelumnya, peternak hanya mengandalkan mineral premix untuk pemenuhan kebutuhan mineral ternak,” ujar Christian dan Rafa.

Indikator keberhasilan praktik langsung transfer teknologi sederhana kepada 25 peternak lokal terlihat dari antusiasme peternak saat sesi tanya jawab mengenai komposisi bahan yang tersedia di pasar lokal serta kemampuan peternak dalam membuat mineral block secara mandiri. “Melalui praktik langsung, kami berhasil mentransfer teknologi sederhana ini kepada 25 peternak lokal. Indikator keberhasilan kami terlihat dari antusiasme peternak saat sesi tanya jawab mengenai komposisi bahan yang tersedia di pasar lokal serta kemampuan peternak dalam membuat mineral block secara mandiri,” lanjut Christian.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan potensi pendapatan peternak, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesehatan ternak dan kualitas produk hewani, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Mahasiswa dan peternak lokal.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen UNAIR dalam memberdayakan masyarakat Desa melalui inovasi sederhana yang berkelanjutan dan tepat guna. “Kami berharap para peternak dapat memenuhi kebutuhan harian ternaknya, salah satunya dengan membuat mineral block, dan menerapkannya di peternakan masing-masing,” tutup Rafa. (aa/red)