

BANYUWANGI | brigadepasopati.com – Sebagai wujud implementasi semangat UNAIR Berdampak, Kelompok KKN-BBK 7 (Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas) Universitas Airlangga Desa Tegalrejo melaksanakan kegiatan sosialisasi pemilahan sampah dan pembuatan eco-brick di SDN 3 Tegalrejo, pada Sabtu, (17/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 1 hingga 6 dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN-BBK 7 memperkenalkan berbagai jenis sampah, meliputi sampah organik, non-organik, serta B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), sekaligus mengajak siswa untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan eco-brick dengan memanfaatkan sampah plastik.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa SDN 3 Tegalrejo yang terlihat antusias, bersemangat, dan aktif selama kegiatan berlangsung. Para siswa telah mengenal konsep eco-brick dan mampu mempraktikkannya dengan baik. Diharapkan, pengelolaan sampah plastik melalui eco-brick dapat menjadi solusi kreatif dan berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta mendukung terwujudnya sekolah yang lebih hijau dan bersih. Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 terkait kepedulian terhadap perubahan iklim.

Kepala SDN 3 Tegalrejo, Sriani Astuti, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Mahasiswa KKN-BBK 7 Universitas Airlangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah. “Dengan adanya kegiatan ini, sekolah menjadi lebih bersih karena sampah tidak berkeliaran lagi. Terima kasih kepada Mahasiswa KKN Universitas Airlangga. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan semakin sukses ke depannya,” ujar Sriani Astuti.

Penanggung jawab program eco-brick, Rafa Nabila Hapsari (S1 Kedokteran Hewan), menyampaikan pesan agar siswa membiasakan memilah sampah plastik yang masih bersih dan kering untuk tidak langsung dibuang, melainkan dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan eco-brick. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. “Kebiasaan memilah sampah plastik yang masih bersih dan kering untuk tidak langsung dibuang, melainkan dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan eco-brick diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ungkap Rafa Nabila.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok KKN-BBK 7 Desa Tegalrejo yang terdiri dari sembilan Mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Aimee Nayla Valencia Chandra (S1 Akuntansi), Aaron Sava Nasyith Dakara (S1 Ekonomi Islam), Fanenda Yusfeha Chanzabreena (S1 Manajemen), Siti Haya Zhafirah Rahardja (S1 Ilmu Komunikasi), Nurul Kamilatun Ni’mah (S1 Akuakultur), Aulia Novia Safitri (D4 Manajemen Perkantoran Digital), Baariq Taufiiqulhakim (S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan), serta Christian Gavrila Sugiarto dan Rafa Nabila Hapsari (S1 Kedokteran Hewan). (aa/red)
