

BALI | brigadepasopati.com- Curah hujan ekstrem yang mengguyur Bali sejak Selasa malam (9/9/2025) telah mengakibatkan banjir besar di berbagai wilayah, termasuk Kota Denpasar, Jembrana, Badung, Gianyar, Tabanan, Karangasem, dan Buleleng. Luapan sungai menyebabkan genangan setinggi pinggang orang dewasa, bangunan roboh, kendaraan hanyut, serta akses transportasi utama lumpuh.
Korban Jiwa: Laporan sementara menyebutkan 2–3 orang meninggal dunia dan beberapa lainnya masih hilang atau terseret arus. Data resmi terus dihimpun oleh BPBD Bali.
Kerusakan Infrastruktur: Sejumlah bangunan bertingkat roboh di tepi sungai, pasar tradisional terdampak, dan ratusan kendaraan hanyut.
Pemukiman & Fasilitas Publik: Permukiman padat penduduk, pasar, serta sejumlah fasilitas kesehatan dan transportasi mengalami gangguan berat.
Pemerintah Provinsi Bali bersama BPBD, TNI/Polri, Satpol PP, serta relawan telah melakukan evakuasi, pencarian korban, dan pendirian posko darurat serta dapur umum. Pembersihan jalan dan fasilitas umum juga sedang dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat.
BMKG menyatakan bahwa fenomena hujan ekstrem terjadi akibat pola atmosfer yang memicu curah hujan lebat hingga sangat ekstrem. Peringatan dini potensi banjir dan longsor telah dikeluarkan dan masyarakat diminta tetap waspada.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, turun langsung meninjau lokasi banjir di kawasan Pasar Badung dan Tukad Badung, Kota Denpasar. Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah untuk segera mendata seluruh kerugian dan memberikan ganti rugi kepada para pedagang dan korban terdampak. “Di sini pedagang pasar ada sekitar 200, jadi karena barangnya hanyut dan rusak maka akan diganti rugi… barang-barang dagangan pedagang dan bangunan yang rusak akan didanai dari APBD Provinsi dan Kota Denpasar. Jadi semuanya akan diganti rugi,” ujar Gubernur Wayan Koster.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa prioritas utama Pemerintah adalah keselamatan masyarakat, evakuasi korban, serta pemulihan infrastruktur dasar agar aktivitas warga dapat segera kembali normal.
Imbauan kepada Masyarakat dan Wisatawan
– Hindari perjalanan ke daerah yang terdampak banjir.
– Segera ikuti arahan evakuasi dari aparat setempat.
– Jangan melintasi arus banjir deras dan matikan aliran listrik bila rumah terendam.
– Wisatawan diimbau menghubungi pengelola akomodasi serta mengikuti instruksi otoritas lokal. (aa)