160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur Gelar Kick-off Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2025

Narasumber Bapak Yono Haryono, Deputi Direktur Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Bapak R. Arief Wicaksono, Wakil Direktur Utama Bank Jatim Prof. Dr. Muhammad Nafik, Wakil Direktur KDEKS Provinsi Jawa Timur Ibu Retno Puji Lestari, Founding Partner and Commissioner PT. NYTC Nusantara Sentosa
750 x 100 AD PLACEMENT

NarasSURABAYA, 21 Mei 2025 – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (KPwBI Jatim) dengan sukses besar menyelenggarakan acara kick-off Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2025. Mengusung tema strategis “Sinergi Peningkatan Pembiayaan Syariah untuk Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional”, acara ini merupakan penanda dimulainya inisiatif tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi, pemahaman, dan kesadaran masyarakat tentang vitalnya peran pembiayaan syariah dalam mendorong inklusi ekonomi serta memperkuat ketahanan ekonomi di seluruh wilayah Jawa Timur.

Acara yang berlangsung di Surabaya pada tanggal 21 Mei 2025 ini dihadiri oleh jajaran pemimpin, pakar, dan praktisi terkemuka di bidang ekonomi syariah, serta antusiasme tinggi dari masyarakat umum dan pelaku usaha.

Acara dibuka dengan Welcoming Remarks oleh Bapak Ibrahim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak dalam upaya bersama mengembangkan ekonomi syariah. Dilanjutkan dengan Opening Remarks oleh Ibu Yunita Linda Sari, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur. Ibu Yunita menyoroti posisi strategis dan potensi besar perbankan syariah di Indonesia. Beliau memaparkan data penguat mengenai pangsa pasar perbankan syariah nasional yang saat ini masih berada di kisaran 7,3%.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Meskipun angka ini menunjukkan tren positif, angka 7,3% ini menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus berinovasi dan bersinergi, khususnya di Jawa Timur yang didukung oleh demografi mayoritas Muslim dan potensi ekonomi yang dinamis,” jelas Ibu Yunita, menekankan komitmen OJK dalam menciptakan ekosistem regulasi yang kondusif, mendorong inovasi produk syariah, dan meningkatkan perlindungan konsumen.

Puncak sesi pembukaan adalah Keynote Speech yang disampaikan oleh Bapak Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur dan Ketua Harian Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Timur. Bapak Emil menggarisbawahi peran penting ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan daerah. “Ekonomi syariah tidak hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang ekosistem yang berkelanjutan dan inklusif. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan di Jawa Timur,” ujar Bapak Emil, memaparkan visi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan prinsip syariah ke dalam kebijakan pembangunan.

Diskusi Panel Mendalam Bersama Para Narasumber Terkemuka
Sesi diskusi panel yang dimoderatori oleh Rizqiani Putri menjadi salah satu poin utama yang paling dinanti, menghadirkan wawasan mendalam dari berbagai perspektif ahli:

750 x 100 AD PLACEMENT

Bapak Yono Haryono, Deputi Direktur Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, memaparkan strategi Bank Indonesia dalam memperkuat kerangka kebijakan ekonomi dan keuangan syariah. Beliau menyoroti peran sentral Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem keuangan syariah dan mendorong inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, termasuk upaya digitalisasi layanan syariah untuk inklusi yang lebih luas.

Bapak R. Arief Wicaksono, Wakil Direktur Utama Bank Jatim, berbagi pengalaman nyata dari sisi perbankan daerah dalam mengembangkan layanan syariah. Beliau memaparkan bagaimana Bank Jatim Syariah berkontribusi pada pengembangan UMKM, pembiayaan sektor prioritas, dan inisiatif keuangan berkelanjutan berbasis syariah di Jawa Timur. “Kami terus berupaya mendekatkan layanan syariah kepada masyarakat melalui jaringan cabang yang luas dan inovasi produk yang disesuaikan dengan karakteristik ekonomi lokal,” ungkap Bapak Arief.

Prof. Dr. Muhammad Nafik, Wakil Direktur KDEKS Provinsi Jawa Timur, menyoroti fondasi etis dan filosofis ekonomi syariah yang berakar pada keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama. Beliau memaparkan bagaimana prinsip-prinsip syariah secara inheren mendukung stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta perannya dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). “KDEKS berperan sebagai jembatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk melahirkan program-program strategis yang mempercepat pengembangan ekosistem syariah,” jelas Prof. Nafik.

Ibu Retno Puji Lestari, Founding Partner and Commissioner PT. NYTC Nusantara Sentosa, memberikan perspektif dari sektor riil dan investasi syariah. Beliau berbagi pengalaman praktis mengenai tantangan dan peluang dalam mengembangkan bisnis berbasis syariah, serta pentingnya literasi investasi syariah bagi masyarakat. “Investasi syariah bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang dampak sosial dan keberlanjutan. Kami melihat minat yang terus meningkat, terutama dari kalangan muda yang mencari investasi yang sejalan dengan nilai-nilai etis,” paparnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Acara ditutup dengan semangat sinergi dan kolaborasi yang tinggi. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur berkomitmen penuh untuk terus memimpin dan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang tangguh dan inklusif di Jawa Timur. Melalui berbagai program edukasi, literasi, dan fasilitasi, KPwBI Jatim optimis ekonomi syariah akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat stabilitas dan kemandirian ekonomi regional, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Melengkapi sesi diskusi yang informatif, kick-off BPS 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung yang mencerminkan komitmen terhadap aspek sosial dan kemasyarakatan dari ekonomi syariah Kompetisi untuk Anak-anak Sekolah Dasar: Melibatkan generasi muda dalam pemahaman nilai-nilai syariah sejak dini melalui cara yang menyenangkan dan edukatif. Kegiatan Donor Darah: Wujud nyata kepedulian sosial dan kontribusi aktif terhadap kesehatan masyarakat.

Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) adalah inisiatif tahunan yang diselenggarakan secara nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Melalui rangkaian kegiatan edukasi, promosi, dan kolaborasi, BPS berupaya untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang manfaat dan potensi pembiayaan syariah dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan umat.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT